WHAT'S NEW?
Loading...

PROBLEMATIKA EKONOMI DALAM CERPEN ZIARAH


Oleh Gresya Herti  Fransiska, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara
PROBLEMATIKA EKONOMI DALAM CERPEN ZIARAH

Cerpen "Ziarah" dari buku Ustad Misterius (2017) karya sastrawan Kalimantan Utara yang juga dosen Universitas Borneo Tarakan  ini mengisahkan seorang anak bernama Arif yang dimasukan Ayahnya kedalam salah satu pesantren yang ada diYogyakarta.... Tujuan ayahnya memasukan Arif kedalam pesantren adalah agar tidak ndugal lagi. Agar akhlakmu bisa berubah mulia dan bisa menjadi anak yang alim dan shaleh. Tiga tahun berada dipesantren bukanlah waktu yang sebentar, selama berada dipesantren banyak hal yang disukai Arif terkhusus tertarik dengan Ziarah kemakam-makam para Wali dan ulama-ulama, Didengarnya beberapa tokoh besar termasuk Gus Dur sangat suka dengan ziarah ke makam para ulama dan wali. Tahun pertama dipesantren Arif tidak bisa mengikuti Ziarah, karena kiriman uang bulanan dari ayah Arif sangatlah ketat. Biaya untuk Ziarah bukan sedikit baginya butuh 500 ribu untuk mengukuti ziarah selama seminggu. Dengan tekad yang Arif punya, Iapun menabung serupiah demi Rupiah dari sisa uang belanja bulanannya, tibalah akhir tahun uang yang Ia tabung sebesar 450 ribu Arif masih membutuhkan 50 ribu lagi. Namun Tahun kedua ini Arif gagal mengikuti Ziarah lagi, di karenakan uang yang ia tabung hilang tidak tau siapa yang mengambilnya. Dari kejadian ini Arif kemudian berfikir untuk menabung BNI meskipun ia harus menahan malu membawa uang Recehannya ke bank. Kepingan demibkepingan yang Arif kumpul kini sudah lebih dari cukup untuk mengikuti Ziarah di Tahun ketiga ini. Namun, lagi-lagi Arif gagal dalam mengikuti Ziarah ditahun yang ketika, dikarenakan temannya meminjam uang untuk pulang kekampung karena ayahnya meninggal dunia dan ibunya tidak ada uang untuk membiayai perjalanannya untuk pulang kampung. Arif bingung harus memilih yang mana, namun karena Arif tidak tega dengan temanya. Iapun mengantarkan temannya kestasiun kereta api dan Arif pun juga pulang kekampung halamannya, Dan membatalkan pergi ziarah di tahun yang ke tiga ini.Seminggu berada di kampung halaman Arifpun tiba dipesantren dan langsung memasuki kamar, karena perjalanan yang jauh membuat ia lelah dan inggin tidur. Tidak beberapa lama kemudian teman-teman Arif yang dari Ziarah datang dan langsung melihat Arif yang sedang tidur pulas. Mereka heran siapa yang dilihat mereka ketika Ziarah sangat syahdu berdoa didepan makam Wali dan Ulama. Arif tidak peduli dengan omongan merek, arofpun melanjutkan tidurnya dan bermimpi bertemu dengan Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang


Permasalahan sosial yang ada dalam cerita ini, adalah permasalahan ekonomi yang di alami oleh Arif yang sangat kesulitan dalam masalah keuangan yang diberikan ayahnya sangat ketat sekali. Hingga Arif merasakan lika-liku dalam mengumpulkan uang untuk pergi ziarah dan beberapakali gagal dalam mengikuti Ziarah tersebut. Tidak dipungkiri lagi, bahwasannya hidup dalam ekonomi yang sangat rendah dan memiliki banyak kebutuhan ini yang menyebabkan timbulnya masalah baru seperti pencurian ataupun perampokan. Inilah yang dialami Arif ketika ditahun kedua tidak dapat mengikuti Ziarah.

Dari cerita pendek ini, terdapat cerita yang sama yang dimana seorang gadis bernama Rosa yang harus berhenti sekolah karena tidak ada biaya dan membantu ibunya mencari botol minuman bekas. Hal ini dilakukan nya agar ia bisa sekolah lagi, ayah Rosa sudah meninggalkan mereka dan berpaling ke perempuan lain. Rosa bersaudara 8 orang, hidup mereka susah dan harus memungut benda benda bekas untuk dijual kembali. Dengan kegigihan Rosa dan ibunya untuk berkerja mencari botol bekas akhirnya Rosa bisa kuliah meskipun hanya sampai tinggat SMA.

Dalam cerita ini menurut saya, Arif adalah tokoh yang sangat tegar dan bakk hati dalam memjalani kehidupannya di pesantren. Tidak dipungkiri lagi dipesantren atau asrama itu tidak ada permasalahan. Seperti didalam cerita ini Arif mengalami beberapa masalah yaitu Uangnya yang di curi dan teman yang meminjam uang dengan nya hingga Dua kalu berturut-turut tidak dapat mengikuti Ziarah makam. Jika Arif terus-menerus seperti ini, ia akan semakin terpuruk karena lebih mementingkan orang lain dari pada kepentingannya sendiri. Boleh baik kepada orang namun ingat ada batasan-batasan setiap tindakan baik.

Dan pesan moral yang dapat kita ambil dari kisah/cerita pendek ini. Dimana kita sebagai makhluk hidup yang mempunyai Pikiran dan Hati yang baik. Bahwasannya hidup itu bagai roda berputar ada kalanya kita diatas ada kalanya kita dibawah, adakalanya kita susah ada kalanya kita senang. Meskipun Arif gagal mengikuti Ziarah berkali-kali. Namun nanti ada saatnya ia akan pergi ziarah meski tidak lagi didalam Pesantren. Dalam kisah ini saya mengingat satu pepatah mengatakan "bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian". Semoga dalam kisah ini kita semakin sadar dan berusaha dalam kehidupan jangan bersantai dalam menghadapi persoalan hidup apalagi dalam masalah ekonomi...

Gresya Herty Fransiska, tinggal di Kabupaten Tana Tidung(Ktt), Kalimantan Utara

#kaltaramembaca #kaltarabersastra #ubtjaya

0 comments:

Post a Comment