WHAT'S NEW?
Loading...

KEPRIHATINAN HIDUP SEORANG SANTRI DALAM CERPEN ZIARAH KARYA MUHAMMAD THOBRONI



Oleh Winda, mahasiswa PBSI FKIP UBT,  tinggal di Kabupaten Tana Tidung

KEPRIHATINAN HIDUP SEORANG SANTRI DALAM CERITA PENDEK "ZIARAH" KARYA MUHAMMAD THOBRONI


          Buku cerita pendek berudul Ustadz Misterius yang ditulis pengarang  Muhammad Thobroni itu terbit tahun 2018 dan diterbitkan oleh penerbit CV Agung Mulia, dengan tebal halaman yakni 112 halaman. Dalam buku kumpulan cerpen tersebut terdapat beberapa cerita pendek, salah satunya berjudul "Ziarah", yang tampak menarik secara instrinsik maupun pesan moralnya. Salah satu yang diangkat dalam cerpen ini ialah soal keprihatinan hidup seorang santri pondok pesantren dalam menjalani kehidupan.

        Cerpen "ziarah" bercerita tentang seorang santri bernama arif yang sangat menyenangi ektrakulikuler luar sekolah yang diadakan dipesantrennya yang diadakan setiap akhir tahun yaitu berziarah. Dia menabung setiap hari agar bisa membayar akomodasi yang cukup mahal.

          Berziarah biasanya dilakukan untuk mengunjungi makam-makam para ulama dan para wali yang terkenal.
awalnya ia sudah menabung tetapi musibah menimpanya yaitu uangnya hilang dicuri oleh seseorang karena ia sembarangan menyimpan. dan dia mulai menabung lagi tetapi ada sesuatu lagi yang muncul yaitu musibah yang menimpa sahabatnya Basyir  yang membuat Arif tak tega dan akhirnya meminjamkan uangnya untuk sahabatnya tersebut. Tekad Arif untuk berziarah telah luntur.

           Dan pada akhirnya karena dia tidak ikut berziarah dia ikut mengantar temannya pulang ke Bandung sekalian pulang kampung. dan setelah kembali ke pesantren tidak ada satu orang pun yang menyambut santri yang berziarah pesantren sepi dia adalah orang yang pertama tiba dipesantren. Setelah kejadian kejadian yang terjadi arif merasa lelah dan langsung masuk ke kamar dan mulai tidur.  Dan diapun bermimpi bertemu dengan Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang. Keduanya tersenyum menyambut Arif dan menganggukan kepala pada anak itu lalu menepuk nepuk bahu ketiganya pun berpelukan mesra tepat saat azan magrib tiba. 

         Adapun persoalan kemasyarakatan yang terjadi yaitu tentang masalah ekonomi keluarga yang tidak mencukupi yang membuatnya terhalang untuk berziarah dan musibah musibah yang terjadi disekelilingnya maupun orang terdekatnya yang membuatnya bingung harus berbuat apa.

            Kemiskinan saat ini memang merupakan suatu kendala dalam masyarakat ataupun dalam rung lingkup yang lebih luas. Kemiskinan menjadi masalah sosial karena ketika kemiskinan mulai merabah atau bertambah banyak maka angka kriminalitas yang ada akan meningkat. Banyak orang saat ini menerjemahkan kemiskinan sebagai pangkal penyebab masalah sosial dan ekonomi. Kini kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalm masyarakat sudah menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas (dikutip dari kompasiana.com)

          Pada cerita pendek "Ziarah" ini tercerminkan tentang seorang anak yang mandiri yang ekonominya bisa dibilang rendah yang menyisihkan  uang kiriman untuk ditabung. Kita perlu bangga pada tokoh seperti Arif, sebab sebagai tokoh dia sudah berperan dengan cara mengerti tentang kehidupan bagaimana kehidupan seorang anak yg orang tuanya hidup berkecukupan bagaimana menyimpan uang, bagaimana agar bisa mencapai sesuatu, yang diinginkan bagaimana belajar untuk membantu orang, dan bagaimana belajar ikhlas.

Adapun pesan moral yang dapat kita petik dari cerpen ini bahwa sesungguhnya banyak tantangan yang dilalu untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, tidak selalu berjalan mulus. dan saling tolong menolonglah terhadap sesama dan sanak sodara yang insya allah dapat membawa berkah. dan semoga pembaca cerpen ini bisa menjado seperti arif yang mementingkan orang lain terlebih dahulu dari pada dirinya sendiri.

Winda,  tinggal di Kabupaten Tana Tidung, kuliah di PBSI FKIP UBT

#kaltaramembaca   #kaltarabersastra   #ubtjaya

1 comment: Leave Your Comments