LUKMAN JUHARA, SASTRAWAN PALANGKARAYA PEJUANG LITERASI



Lukman Juhara, seorang guru di SMAN 5 Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Di sela-sela kesibukannya sebagai pendidik, ia  menyempatkan menulis cerpen, puisi, resensi,  dan opini di  media massa lokal, seperti  surat kabar Kalteng Pos, dan Banjarmasin Post. Ia juga menjadi kontributor independen menulis rilis berita kegiatan pendidikan dan sastra untuk beberapa media cetak dan media daring (online).

Ia pernah memperoleh penghargaaan sebagai juara 1 menulis pantun dalam Sayembara Penulisan Naskah Pengayaan yang diselenggarakan Puskurbuk 2012. Masuk 25 pemenang Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) 2004 yang diselenggarakan Direktorat SMA. Ia masuk 10 besar lomba Menulis Cerita Rakyat Kalteng yang diselenggarakan Disparsenibud Kota Palangka Raya (2009), dan 10 Besar Lomba Menulis Cerita Rakyat yang diadakan Balai Bahasa Kalteng (2013, 2014,) 10 Besar Lomba Menulis Naskah Pidato Balai Balai Bahasa Kalteng (2015), 6 Besar Sayembara Menulis Bahan Ajar Gerakan Literasi Nasional Balai Bahasa Kalteng (2017 dan 2018)

 Ia meraih medali perungggu Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2017 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud. Ia juga salah satu penerima penghargaan sebagai Penggerak Literasi dari Balai Bahasa Kalimantan Tengah 2017. Selain kesibukannya mengajar, ia juga turut menumbuhkan dan menguatkan budaya literasi melalui kegiatan komunitas literasi di sekolah-sekolah yang ada di kota Palangka Raya. 

Beberapa naskah bukunya yang ditulis sendiri dan ditulis bersama adalah Menanam Cinta dengan Pantun (2012), Enggang Sahabat Alam (2017), Asmara dan Luka (Antologi Kritik Sastra Bersama Finalis OGN 2017), dan  Jejak Jerit di Tambun Bungai (Antologi Bersama Puisi Esai  Penulis Kalteng 2018), dan 50 Penulis Puisi Esai (Antologi Opini Bersama 2018), dan Misteri Predator Sungai Sekonyer (2018)

Comments