SKENARIO KEBOHONGAN: PUISI ESTE EPI TH, SEMARANG



Kebaikan apa lagi yang hendak kau pertontonkan, saat kedengkianmu telah berurat berakar dalam sekujur otakmu

Kesalehan macam mana lagi yang coba kau tunjukkan, manakala kelicikanmu telah mengingkari akal sehatmu

Berbagai-bagai nafsu angkaramu, polah kepalsuanmu, sengaja kau biarkan bertahta dalam hidupmu, menguasai hati dan pikiranmu

kau lawan semua yang baik, tak kau gubris nasihat dan petuah yang beradab, bergeming dari ajaranNya untuk berlomba-lomba menuju kebaikan dan menjauhi kejahatan

kau beria-ria dalam kebathilan dan kedegilan, berpesta pora dalam kekhufuran, jahatmu kau tebarkan bak virus yang merajalela dan siap memangsa mereka yang kau anggap musuh besarmu

kau cela dan hina mereka yang bukan kaummu, tajam lidahmu siap melaknat dan mengumpat, mengkafir-kafirkan siapapun yang kau anggap lawan

Hatimu yang dulu bersih dan putih, kini kau kotori dengan berlaksa-laksa ulat belatung yang nikmat menggerogoti nurani sehatmu

Otakmu kau sesaki dengan berbagai niat jahat dan angkara murka, yang siap melumat kapanpun kau mau

kau, adalah aktor sekaligus penulis skenario kebohongan

yang kini meringkuk dalam labirin hitam kehidupan,
dan menjadi sejarah kelam kemanusiaan

 Sumurbong, 4 Oktober 2018

Comments