WHAT'S NEW?
Loading...

RUMAH BUIH: PUISI FATIN HAMAMA, PADANG



kabut yang turun dan kau yang menunggu berpayung hitam di bawah gerimis, mengantar  ke benua penuh pasir dan batu sampai akhir musim membelenggu, perjumpaan dan perpisahan  berkarat,  berkalang samudera, laut yang mati menanam ombak,perih menghempas karang, menjelma buih tanpa rumah, tanpa pintu,tanpa atap dan langit menating bulan begitu pucat,di ujung menara tanganmu menakar sampai di mana camar terbang dan kembali ke sarang , rumah cahaya redup tak berlampu, tak bertanda, kapal kapal pergi dan datang, pelabuhan hanya persinggahan, melempar sauh dan menariknya kembali menuju entah, di riak air buih berputar menyusur pantai yang jauh , makin samar makin hilang,  makin lenyap ,makin mengapung makin tenggelam,  gamang , buih tak berumah ..
...

0 comments:

Post a Comment