PENYAIR ACEP ZAMZAM NOOR: USIA KARYA SASTRA SETUA PERADABAN MANUSIA



Dalam kuliah umum yang digekar PBSI UAD Yogyakarta,  Penyair Acep Zamzam noor menjelaskan bahwa usia karya sastra sudah setua peradaban manusia. Kuliah umum dilaksanakan di kampus 2 UAD Yogyakarta.
Acep Zamzam Noor dalam Kalimat awalnya menyatakan kurang lebih bahwa usia karya sastra sudah setua peradaban. Karya sastra sudah ada sejauh manusia ada.
Agama-agama pada zaman dahulu menggunakan karya sastra sebagai media menyebarkan ajarannya. Bentuk karya sastra yang disukai oleh agama adalah puisi.
Misalnya Rumi yang menulis puisi atau para raja yang kalimatnya ditulis di batu menjadi prasasti.
Pak Acep Zamzam Noor juga menerangkan bahwa puisi mempunyai ruh. Puisi memiliki khodamnya sendiri. Puisi yang baik dan bermanfaat akan dipelihara oleh semesta. Maka puisi itu akan dapat melampaui masa.
Oleh sebab itu, bertahan tidaknya sebuah karya sastra tergantung kualitasnya. Apabila memiliki konsep spiritualitas yang baik maka ajarannya akan diturunkan sampai hari ini.
Benar bahwa karya sastra mempunyai nasibnya sendiri-sendiri. Ada kalanya karya sastra bertahan. Ada kalanya karya sastra menghilang. Ada kalanya sebuah karya yang bagus hilang dari peredaran. Namun Allah kemudian mengutus para peneliti untuk mengkaji dan menemukannya kembali.
Maka karya sastra yang telah lama hilang itu bisa muncul kembali. Masih mungkin untuk diterbitan kembali.
Dengan demikian, masa depan sastra Indonesia baik-baik saja. Apalagi jika para pengampu kekuasaan membuat kebijakan yang mendukung dan pro terhadap sastra. (sumber: eko wachid purwanto, UAD Yogyakarta)

Comments