CANGKIR KOPI 1: PUISI FATIN HAMAMA, PADANG



secangkir kopi kau reguk
tersisa ampas di dasar gelas
nujum membaca
kemana masa berjalan
dan kau akan jadi apa

tapi yang tampak
hanya kenangan di lamur mata
dan sisa bisa di bibir gelas
menyimpan dusta

cangkir kopi retak
bayang wajahmu terbelah
lebam

waktu menyidang
tak kunjung selesai
pengadilan di jantungmu
lelah bertengkar
dengan dirimu sendiri

ampas kopi makin hitam
diperas detak jam dinding
kering memukul mukul hari

di tungku air mendidih
menyimpan kesumat
nujum menuang penawar bisa
ampas  kopi di dasar  cangkir
makin  hitam
makin jelas bercerita
makin tertawa berkaca kaca

setetes airmata jatuh di cangkir
sebisa mengulang racun
retak cangkir retak
nujum menjahit bibir
menelan pahit
wajahmu makin retak terbelah
ditikam bisa jantung sendiri
serupa cermin di dasar cangkir
kelam runyam
dan nyinyir

hu ha hu ha
hu ha


.. Fham

Comments