WHAT'S NEW?
Loading...

Pada Hati yang Bersyukur: Puisi Parmadi, Jambi



Bila biduk yang terengkuh telah terkayuh..
kuharapkan Engkau ada.
Bila langkah yang terjejak menggalang asa telah terurai, kuingin Engkau pun ada.
aku ingin menggapai pada apa yg telah Engkau takdirkan padaku.
Dengan syukur dan sujudku....
agar Engkau tak pernah jauh dariku.

Apalah arti sebuah kebahagiaan apabila ini justru menjauhkan Engkau dariku.
Apalah arti kenikmatan bila itu membuat Engkau justru akan benci melihatku
Dan bila godaan yang manis membuat Mu murka, lalu apa guna kemanisan itu?

Engkau cuci diri yang nista dengan pesakitan, aku masih mengeluh
Engkau tunjukkan keraguan, aku masih berkeluh
Engkau ambil kenikmatan, aku terus berkesah
Engkau tarik dariku pemberian cinta, aku justru amarah.

Allahu Akbar,
ternyata belumlah cukup bagiku untuk mengetahui pada apa yang tersirat dan tersurat pada takdirku,
sehingga ku harus terus menggapai peningkatan diri
pada apa yang sesungguhnya
tentang sebuah makna kata "bersyukur"
(pmd20012018)

0 comments:

Post a Comment