HUJAN LEBAT DI CIAWI: PUISI ASPAR PATURUSI, MAKASSAR



Di Ciawi hujan lebat malam itu
sementara kita telah sepakat
nonton di salah satu bioskop
dan kau tahu Bogor asing bagiku

Berteduh di pinggir, seorang tua menegur
dan bahasa yang kau pakai membuatku kian asing
dan aku teringat rumahku di seberang
Mereka kini di tempat tidur dan adakah sempat tertawa mendengarkan dongeng baru? Anak-anak tidur dan ibunya tentu membiarkan mata terbuka
entah berapa lama

"Kok susah amat kelihatan. Siapa sih yang kamu pikirkan?"
Engkau menyikutku. Dan aku menatapi sejenak air yang berkilat-kilat terkena cahaya lampu.
Tak kutahu siapa engkau dan diriku begitu pula bagimu
Tapi  kita telah sepakat untuk tak peduli pada dingin, angin, dan sekarang hujan
dan aku tak peduli pada rinduku. Malam pun kian mendekap kita...

Makassar, 1971
*)dari arsip lama yang tak tercecer



Ilustrasi pinterest/ yuk klik iklannya

Comments

Post a Comment