TARIAN DI LANGIT GUTHAH: PUISI HERI MULYADI, LAMPUNG



kami manusia guthah
bom, molotov,  mesiu dan desing peluru sahabat kami
                         atas nama cinta.

maut, keperihan, kesedihan tak lagi berarti--hilang lenyap di puncak pengaduan
                     entah kepada siapa.

anak-anak kami riang dalam tangis
bermain di antara puing dan reruntuhan
lalu lenyap di rimba senyap. 

oh..guthah,
jika kematian adalah jalan
api adalah cahaya...
kemana engkau harus dikabarkan
beribu iblis menikam hati dan jantung
terkapar...
anyir amis darah:
     ............................mewangi.

dalam sujud, malaikat berbisik
waktumu tak lama lagi
berkemaslah.

di langit guthah
el-maut menari-nari
bocah berlari-lari.

tak ada air mata...

Gedung Meneng, 6 Maret 2018



Ilustrasi dnes/ yuk klik iklannya

Comments