WHAT'S NEW?
Loading...

PROSA RINDU MILENIA: PUISI RENDY IPIN, TARAKAN



Di luar jendela
Sambil mendekap layar
Aku menonggak ke atas
Berpikir keras memburu aksara
Kepadamu, yang tak kunjung datang
Hingga silau pandanganku
Oleh gedung-gedung  tinggi menjulang

Sedikit demi sedikit
paragraf demi paragraf
Terisi tetapi terhapus lagi

Oleh ragu tatkala melagu
Oleh malu, tatkala mendayu
Oleh risih, tatkala lebai

Aku tak peduli
Kurajut kembali
Biar semua tahu
Kalau aku rindu

Sayangnya simpati yang datang silih berganti
Bukanlah dariMu

Mungkinkah Kata-kata ini bagai angin lalu?

Entah itu melagu
Mendayu, merindu
Pakai Bahasa ibu
Bahasa lembut
Bahasa kasar
Bahasa tinggi
Bahas itu, bahas ini
Aku tak peduli
Disini kata-kata lekas kukirim

Di depan layar
Kuantar pesan
Bersama kata-kata
Aksara telah siap
Berikut segala wajah kekinian
Diiringi lagu bruno mars

"That's what I like"
Milik radio tetangga
Namun,
berhenti seketika
Oh, rupanya listrik padam
Aduh, sungguh sialan
Pesanku gagal di antar

Secepat kilat
Kupakai kartu jaringan
Kembali mengirim kata
Aksara yang telah siap
Bersama gambar wajah kekinian
Tapi apa yang terjadi?
"Jaringan sedang dalam gangguan"

Oh sialan,
Kapan kata-kata ini bisa Kau baca?



Ilustrasi saatchi art/ yuk klik iklannya

0 comments:

Post a Comment