JALAN JUANG KARTINI: PUISI FIRHAN ELMALKA, BANJARMASIN



Gemulai tangan halusnya mengepal
Keras menulis kata di atas kertas
Lembut hati teduhnya tergoncang
Sebab ketidakadilan atas nasib kaumnya

Himpitan tembok pingitan terus mengepung, menggempur
Rantai jiwa dan kekang cita-cita telah memasung tubuh hingga terbujur

Tapi, wanita jawa itu semakin keras bertempur
Lantang berucap kemerdekaan kaum perempuan,yang telah lama terkubur

Seruan Emansipasi yang dulu tak berbunyi
Kini menggaung memenuhi seisi negeri
Bangkit melahirkan generasi hawa yang berani
Hingga menoreh senyuman di pangkuan ibu pertiwi

Jiwa lelah sekian lama bertarung
Mengundi nasib di atas dadu adat istiadat
Tembok ketidakadilan menancap dalam
Berat hidup di negeri hampa
tak peduli mimpi dan cita-cita

Siapa yang menyalahkan?
Wanita itu lahir menggenggam takdir perempuan
Terpasung kebiasaan tak menguntungkan
Hidupnya di kelilingi duri pagar kegelapan

Siapa yang membeda-bedakan?
Hak masa depan bagi hawa ataupun adam
Memasung cita mengecap pendidikan
Membelengu mimpi di bawah tekanan budaya tak menguntungkan

Kini Wanita itu membuka lebar mata jiwa dan dunia
Secercah cahaya mulai gemerlap di ujung lorong
Ia berlari, menembus gelap yang telah lama memeluk erat
Tersebutlah nama harumnya  perempuan si penerobos kegelapan
Kartini namamu terukir abadi...

(Selamat berjuang perempuan Indonesia)



(ilustrasi duduk santai bercerita/ yuk ke bagian bawah blog dan klik iklannya)

Comments