HIKAYAT: PUISI FATIN HAMAMA SYAMS, JAKARTA





1
seseorang singgah ke gubukku
dengan rasa hormat dan penghargaan yang tinggi aku sambut dengan gembira
kuhidangkan apa yang terbaik  yang kupunya saat itu

dengan wajah yang manis dia nikmati hidangan yang aku suguhkan
wajahnya bahagia
dan aku senang

setelah selesai menyatap
dia puji hidanganku yang ala kadarnya
dia katakan enak dan lezat

namun sayang , katanya dengan jujur
" piring hidangan ini, di rumahku,
ini piring untuk pembantu ,
katakan pada suamimu untuk membelikan piring yang bagus dan layak, tadi aku enggan untuk makan,
tapi tak apalah, "
katanya berbasa basi

aku terkesima

di gubukku ,
di sini tak ada tuan tak ada sahaya
semua sama,
kami makan dari  makan yang sama dengan piring yang sama

dan apa bedanya sebuah piring?
sejatinya yang dimakan bukan piringnya, pikirku

tapi di luar gubuk ternyata
banyak orang yang makan piring
tak peduli isi hidangannya
yang penting piring kemasannya

aiih..
kemasan yang kadang menipu
dan menyaru
seperti di sebuah kafe itu
betapa elok dan cantik sebuah cangkir berisi kopi
dihidangkan dengan senyum manis  dan basa basi bahasa tinggi
namun sayang ,
beracun dan mengantar mati..

aiih..

#kpdukuhfh0317.
fhamamarisyam.



Ilustrasi aliexpres/ yuk klik iklannya

Comments