WHAT'S NEW?
Loading...

TANDA TANYA: PUISI YUFITA, PONTIANAK



Kita tahu
dari mana sungai mendapatkan airnya hingga kemana hilangnya kemudian
kita pun sama tahu
Lantas mengapa masih saja mempertontonkan kekonyolan saling beradu punggung?

Kau dan aku
juga mereka sama berenang
dan menyelam di kedalamannya
Rerebutan mencari kerikil
untuk bermain congklak
bahkan, sekali dua saling mendahului
meningkahi riaknya di atas batang pisang

Kita pun sama pernah
berburu di hutan hujan kata-kata
Menampungnya untuk disimpan sebagai bekal perjalanan
menembus belantara selanjutnya

Kau dan aku
juga mereka sama musafir
di padang gersang kegetiran ini

Kemudian untuk alasan
kenyamanan diri
Kita pun memilih jalan
menurut kehendak hati

Di depan begitu banyak cabang, liku
dan curam, tapi kita sama tahu
bahwa gemercik sungai
dan petrichor
akan membawa kita kembali
ke tempat semula.

Kubu Raya, 6 Februari 2018


(ilustrasi saatchi/ yuk ke bagian bawah blog dan klik iklannya untuk informasi berharga dan mencerahkan)

1 comment: Leave Your Comments