WHAT'S NEW?
Loading...

DERAI: PUISI YUFITA, PONTIANAK



Kudengar suara guruh
beriringan mendekat ke arahku
Jendela telah kubentang lebar
Wajah yang telah lama retak
oleh panasnya api semusim
kuhadapkan ke muka
menyambut datangnya angin basah
yang bergerak perlahan
Aku tahu, hujan akan segera tiba
Kali ini alam akan menepati janjinya
seperti apa yang telah dititahkan padanya
agar kembali pecah derai tawa
para bocah yang riang gembira
bermain di bawah hujan
agar kembali sumringah senyum
para ibu mencuci dan menanak nasi
agar kembali derai bahagia berguguran ke bumi

Kubu Raya, 18 Februari 2018


(ilustrasi pixabay/ yuk ke bagian bawah blog dan klik iklannya untuk informasi berharga dan mencerahkan)

0 comments:

Post a Comment