PANGGILAN JIWA GURU: PUISI INDRIYANI VOLUNTIRI AZIZ, SLEMAN



Apa aku terdampar?
Di onggokan ide-ide pembesar. Menjepit nafsu besarku mengecilkan kebodohan. Mereka Kira aku lapar. Berjejal-jejal, ide mereka menyumpal mulut nalarku. Di sini lah aku. Kelaparan dalam kenyang.

Mengapa aku bertahan?
Mereka! Calon-calon pembesar bak gelas kosong. Deru air bah dan tetes embun sprint memenangi gelas itu. Aku si tetes embun. Tak kan kubiarkan air bah meledakkan gelas itu. Aku si tetes embun. Di hatiku, calon pembesar akan menjadi kumpulan embun yang bersinar.

Bagaimana aku bisa?
Tidak ada kata impossible! Yang ada I'm-possible. Aku bukan lilin yang harus dijaga. Harus perih terkikis demi orang lain. Ini jaman jenius brow. Bikin buku lah, tawarkan terang pada yang gelap.

Pulosari, 4 Januari 2017



(ambau.id/ yuk lanjut ke bagian bawah blog dan klik iklannya untuk setiap informasi berharga dan mencerahkan)

Comments