OPOSAN RAJA BORJUIS: PUISI HUSEIN LABIB, SAMARINDA



Kupanggilkan malaikatku, biar menagih janji, sungguh berani kau sendiri, menantang kata kata, seolah mulut berbusa tak terbayar, hangus lenyap ditelan zaman..

Kau terlalu sombong, berdiri kacak dipuncak vertikal, ponga menabuh gendang permusuhan, lawan berangus perbedaan, anjing anjing menggonggong dihampar tulang belulang...

Aku bukanlah pemuja ningratisme, percaya ratu adil heru cokro, berharap percaya datangnya surga  berdiam dalam gua, aku melawan bergerak mengepal tangan...

Akan kupanggilkan malaikatku, biarkan kepalaku bung karno, hatiku hoscokro, lisanku agussalim, tanganku bung hatta, kakiku natsir dan bait bait kidungku hamka, berselimut ribuan tokoh bangsa....

Ku bongkar pekuburan, membiar roh roh auliya penyaksimu, menjewer telingamu ditangan diponegoro, imam bonjol, sultan hasanudin, patimura dan ribuan pahlawan....

Wahai raja borjuis, pemuja penyokong imprealisme, Akulah tunas tajam oposan kesewenangan, siap pindahkan seratus gunung beribu bukit, pengumpul berjuta semut rayap..; bersama kaumku yang madzluum....

Distriksebrang, 31/01/2018



(ilustrasi lexloiz/ yuk ke bagian bawah blog dan klik iklannya untuk informasi berharga dan mencerahkan)

Comments