WHAT'S NEW?
Loading...

BERCERMIN DARI KEYAKINAN YANG BERBEDA





Wukong dihukum setelah mengobrak abrik kerajaan langit. Hukuman berakhir jika dia mampu mengantar Rahib Tang ke Barat untuk mengambil kitab suci.

Ditengah perjalanan wukong mampu menjaga gurunya agar terhindar dari siluman. Dengan mata apinya wukong mampu mengenali semua siluman yg menyamar dalam wujud manusia.

Namun demikian wukong tetap dihukum oleh gurunya karena tindakan yg keras dan tak segan membunuh siluman. Wukong pun pergi dengan air mata yg tak tertahankan. Antara marah krn diusir gurunya tetapi juga khawatir krn yg mampu melihat siluman cuma dia.

Ditengah kegundahannya, wukong menemui dewi kwan im (Guanyin) mencari pencerahan. Sang Dewi memberikan wejangan agar mampu memahami apa yg dilakukan gurunya. Rahib Tang tidak memandang manusia atau makhluk astral semua harus diberikan welas asih. Bukan dengan cara membunuh. Sebenar apapun mata api wukong, membunuh adalah jalan yang salah.

Disini wukong bertransformasi menjadi seseorang yang memiliki welas asih level dewa. Dalam kesedihan, keharuan, kerinduan, serta kecintaannya terhadap gurunya. Wukong merenungkan kemampuan Penyerahan diri gurunya yg rela dimakan siluman agar dunia siluman yang kelam menjadi dunia yang terang. Air mata yg hampir mustahil baginya pun menetes. Bersama dengan itu, wukong dianugerahi kemampuan mengendalikan api amarahnya. Dan hal itulah yang mengangkat derajatnya menjadi dewa.
=======================================

1. Wukong yg nyata benar bisa melihat siluman saja dilarang membunuh. Apalagi cuma sekedar tuduhan mencuri ampli di mesjid, tidak melawan lagi. Kok tega sampai dibunuh.

2. Cerita diatas aslinya berbahasa china, yang aneh ada yg asli keturunan cina, menghina bahkan menafsirkan sesukanya cerita ini. Demi ... Demi apa? demi pesanan dewa ares!!!! hahahahaha.

3. Menafsirkan sesuatu harus dari sumbernya. Bukan Tafsir satu sudut pandang. Hmmmmmm yg sudut pandangnya cuma satu hanya satu makhluk namanya Dajjal. Krn matanya cuma satu ditengah. Dijidad lagi. Hiiiii ngeri.

4. Membenarkan kekerasan atas nama perintah Anu ..... Adalah sikap wukong waktu belum jadi dewa. Kan nda enak kalau kita digelari Kera Sakti (coba baca berulang ulang jadinya Keras Hati, tak pernah berhenti bertindak sesuka hati)

5. Nda usahlah aku bahas PatKai ya. Nanti banyak yang melow, ..... Melow ka mandre, melow ka cemme. BAng Toyib kagak pulang pulang. Begitulah Cinta Deritanya tiada akhir

=Mortal Wombat=


TAUFIK MADE, seniman tarakan

0 comments:

Post a Comment