CANTING DAN ALAT LAIN RUMAH TANGGA MASYARAKAT TIDUNG


Kami  berkunjung ke Baloy Adat Tidung pada hari selasa tanggal 09 Oktober 2017. Tidak seperti pertama kali saya mengunjungi Baloy Adat Tidung—yang belum ada benda suku tidung dan belum terawat—kini kali kedua saya menunjunginya sudah lebih terawat dan terdapat beberapa miniatur suku tidung, dan peninggalan suku tidung.
Terdapat beberapa benda-benda peninggalan asli suku tidung yaitu Teko dan Canting yang biasa digunakan untuk menjamu tamu, Selapa yaitu tempat menyimpan perelengkapan menyirih, Pelujan yaitu tempat membuang hasil menyirih, Pati Tembaga yaitu tempat menyimpan barang antik, Gadur dan Kibud yaitu tempat air, Baki yaitu tempat tutung dan ada gelang kaki asli dari besi.
Selain benda peninggalan asli suku tidung, terdapat juga beberapa miniatur, seperti Padau Tuju Dulung, Paggaw yang merupakan tempat pelaminan, Mandau Tidung yang biasa digunakan sebagai senjata perang, Indong, Gayang Mandaw/Parang Mandaw, Paid/Pisau Raut, Ganjul/Tombak, Tutud/Lampu, Gasing, Busay/Dayung Laki-Laki, Busay Urung/Dayung Perempuan, Padaw/Perahu, Tanduk Payau, Sangkar Burung Serindit/Telipos, Lugu dan Sampok,Tempinak yaitu tempat padi yang masih muda, Lelajung yaitu tempat padi yang sudah tua, Beluing, Ambau, Jala, Tamba, Ubu Udang/Bubu Udang, Ubu Kanon/Bubu Ikan.
Terdapat juga salah satu ruangan yang berisi Pelaminan Pengantin/Panggaw, Busak Dian, Nasi Pengantin yang terdapat di kiri dan kanan panggung, Sedulang, Busak Malay. Di dalam ruangan tersebut, terdapat juga alat musik Kelintangan, yaitu Lintang, Lundang, Gelundang, Kelunting, Lindung, Agung, Tumpung, Rudus, dan Rebana. Terdapat juga alat musik jepin, yaitu Gambus Pagun, Ketipung, dan Rudus. Selain alat musik, terdapat juga Timbangan Sapor yang merupakan timbangan bayi yang lahir bulan safar, Indong yang merupakan ayunan bayi.
Terdapat salah satu ruangan yang tidak dibuka untung pengunjung biasa, dan hanya dibuka untuk beberapa pengunjung tertentu, kami berkesempatan untuk memasuki ruangan tersebut yang berisi meja makan untuk pertemuan, dan peninggalan bersejarah dari suku tidung.

YONIS GALIH ARIFAH, mahasiswa pbsi flip ubt

Comments