WHAT'S NEW?
Loading...

TENTANG MAS KAESANG




Telepon handphone saya berbunyi siang kemarin, saya angkat, ternyata telpon dari penyidik yang meminta saya jadi ahli suatu kasus. Saya sampaikan saja kalau saat ini saya sedang menangani beberapa kasus, jika tetap diajukan ke saya maka akan ikut antrian untuk diproses kira-kira seminggu atau 10 hari lagi baru saya bisa bantu.

Penyidiknya minta tolong agar antrian kasus lain bisa ditunda dulu, dan memasukan kasus yang mereka tangani saat ini ke antrian pertama dengan alasan ini kasus atensi. Trus saya tanya, emang kasusnya kasus apa?

Eh, ternyata kasusnya adalah kasus terkait mas Kaesang anaknya pak Amin Rais, eh anak pak Jokowi yang dilaporkan polisi karena vlog nya dianggap menyebarkan ujaran kebencian berdasarkan SARA (Pasal 28 ayat 2 UU ITE).

Memang biasanya untuk kasus yang jadi atensi atau ada penahanan terhadap tersangka, saya berhak menjadikannya prioritas. Alasannya, utuk kasus yang jadi sorotan, publik cenderung tidak sabaran menunggu proses penanganan kasus yang memang tidak bisa cepat. Sedangkan untuk kasus yang dilakukan penahanan, saya bantu mempercepat dalam rangka memastikan berkas penyidik selesai sebelum masa penahanan habis.

+++

Saya sendiri baru tau kasus mas Kaesang ini setelah membaca status fesbuk mas Iqbal Aji Daryono, si penulis artikel termahal di dunia (bukan fitnah ya mas, ini doa lho..doa!)…he he he

Ini kira-kira cuplikan kalimatnya:

+++
“Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja.... (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak "bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga").

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar Ndeso. Ini ajarannya siapa coba? dasar Ndeso.

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar Ndeso.
Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong".
+++

Jadi, kalau Anda yang ditunjuk sebagai ahli kasus tersebut, apakah kalimat mas Kaesang merupakan ujaran kebencian berdasarkan SARA? Hayo jawab!

Sebelum menjawab, Anda harus tanggalkan rasa cinta atau rasa benci Anda ke pak Jokowi. Itu agar jawaban Anda betul-betul muncul dari hati nurani terdalam dengan batas pengetahuan yang Anda miliki. Itu agar jawaban Anda tidak terbuat dari rasa emosi dan benci, bukan juga terbuat dari cinta yang membutakan. Tapi jawaban sebagai manusia, makhluk yang berakal dan berbudi!

+++

Ayok ah kembali kerja, jadi mujahid, setidaknya mujahid untuk keluarga Anda!

TEGUH ARIFIYADI, pegawai negeri sipil

0 comments:

Post a Comment