INSPIRASI PERSAHABATAN DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA



Novel negeri 5 menara adalah novel karya Ahmad Fuadi yang diterbitkan oleh gramedia tahun 2010. Novel ini termasuk dalam kategori novel religius yang bertemakan pendidikan. Novel ini menyajikan tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala kehidupan santrinya.Secara umum, sang penulis mengisahkan pengalaman hidup enam orang pemuda yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren terkenal bernama Pesantren Madani. Keenam tokoh tersebut adalah Alif Fikri yang berasal dari Padang, Atang yang berasal dari Bandung, Raja dari Medan, Dulmajid yang datang dari daerah Sumenep, Said dari kota Mojokerto, dan terkahir Baso yang berasal dari sebuah daerah di Sulawesi Selatan bernama Gowa. Keenam sahabat itu bersama-sama mengarungi kehidupan pendidikan di Pesantren Madani.

Kekurangan novel ini adalah terlalu menggunakan bahasa daerah, sehingga membuat pembaca yang bukan berasal dari Minangkabau kesulitan untuk mengerti arti kosakatanya. Oleh karena itu, disetiap kosakata suit, dibawahnya dituliskan arti kosakata tersebut. Kekurangan dalam novel ini ditutupi oleh kelebihannya. Kelebihan novel ini dapat menyihir pembaca untuk merasakan suasana pesantren dan apa yang dilakukan oleh Alif dan kelima sahabatnya. Setelah membaca novel ini, kita akan menyadari bahwa pondok pesantren tidak hanya memberikan ilmu agama, tetapi juga ilmu umum. Selain itu, kita akan menghapus anggapan bahwa anak lulusan pondok palingan hanya akan menjadi pemuka agama.

Dengan mengesampingkan kekurangan novel tersebut, novel ini dapat menginspirasi mengenai persahabatan, keikhlasan, kesungguhan atau kerja keras. Apalagi di Indonesia yang terdiri dari berbagai daerah dan suku yang berbeda sangat cocok sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan perbedaan. Selain itu, semangat yang dilandasi oleh keikhlasan, dan kerja keras dalam novel ini dapat memotivasi generasi muda untuk lebih baik menentukan masa depan yang baik dengan pendidikannya.

TIA NOVITA, mahasiswa pendidikan matematika fkip ubt 

Comments