PUISI MUHAMMAD THOBRONI: JALAN MAHAKAM


 

JALAN MAHAKAM

CATATAN MUHAMMAD THOBRONI 


Aku bertemu Kalimantan di Jakarta, kota global yang humanis dan rendah hati: Tiga gelas plastik, dua gelas plastik sisa kopi dan segelas utuh teh tawar.


Dimanakah kini kalian berada?


Suara kereta bergemuruh di atas langit Jakarta, stasiun Blok M sangat sibuk dan kalian sembunyi di balik garasi peradaban


Para pemulung telah bekerja sebelum subuh tiba: memungut kata-kata, sebutir demi sebutir aksara dan memasukkannya ke dalam keranjang kebudayaan yang kesepian


Para satpam dan juru masak berkerumun mengelilingi juru coret perasaan dan mendengarkannya berkisah tentang puncak Bogor yang dingin, kabut yang turun dari puncak dan hati yang membeku di tangga sejarah Indonesia 


Jalan Mahakam terus bergerak menginspirasi dunia, sedangkan kalian terus bersembunyi di sela-sela starling yang sedang berkeliling menjajakan kopi pahit dan lombok rawit


Jakarta, 2024


++++++

Penyair tinggal di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Selain menulis, dia meneliti dan mempromosikan kebudayaan Kalimantan secara lisan dan tulisan. Tulisannya berserakan di media massa cetak maupun online. Menulis banyak artikel ilmiah di jurnal dan proseding. Bukunya terbit dalam versi cetak maupun digital. Dalam bentuk non-fiksi maupun fiksi. Beberapa yang menonjol yakni: jiwa-jiwa yang resah (puisi esai), mimbar demokrasi di hutan Kalimantan (puisi esai), ustadz misterius (cerpen) dan sei Kayan (puisi). 

Comments