WHAT'S NEW?
Loading...

PENCARIAN: PUISI HUSEIN LABIB, SAMARINDA



Apa yang kuwariskan, jika sandal jepit berkubang lumpur, tangan kotor terubung lalat, memulung sisa sisa  dunia, dalam titik nadzir dusta....

Bilakah airmata tumpah mendeda, dipusaran perut bumi, membungkuk pada tumpukan sampah ketakutan, dalam kelezatan yang hilang,

Sudah ku baca berpuluh tafsir, tetap aku tidak bisa,  arahkan telunjuk pada langit, tapi mendung berkabut dihati, akal gegar otak berfikir hipnotis birahi....

Aku bingung dari mana memulai, jeruji ego penjarakan jiwa, berhala nyanyian dukun berhias semolek sinden malam, mengelus raba memuja gila....

Aku hanya menunggu mati, jalan nan panjang abadi, didepanku khutbah manusia suci...; menyepilah muhasabah bersama ulat dalam kepompong, karena akan tiba masa..;
kupu kupu menerbang sayap indahnya....

Distriksebrang, 02/02/2018



(ilustrasi dunia lukisan/ yuk ke bagian bawah blog dan klik iklannya untuk informasi berharga dan mencerahkan)

0 comments:

Post a Comment