PEJALAN KAKI: PUISI HUSENI LABIB, SAMARINDA



Ku tukar pedang dengan celana dalam, senapan tergeletak bertawar kotang, ditrotoar jalan sorot mata dedemet,  malaikat seolah angkat tangan, menyerah nafsu tak tahan

Canduku dadu lotre, gemericik arak, asap linting rokok mengepul pekat,  proklamasi melawan adat moral para datuk, menikam desah gelepar dikolong jembatan, sepasang ayam berkumpul, mematuk adu kesaktian nafsu

Jelaskan aku akan kebenaran,  awwam aku makna moral, ia warisan pertapa kesepian, penakut kematian, halusinasi janji surga kenikmatan, mati habis itu selesai, akhirat hanya simbolisasi bayang kelemahan

Kenapa hidup terkurung anyaman bambu, burung gelatik pikun pada emaknya, akal hilang, hanya tarian binatang, menjerit hidup lalu terkubur tanah

Oooo kegelapan..! usir saja cahaya rembulan, matikan penerang matahari itu, pendar pendar itu membuatku marah, memancing nafsuku diubun kepala..; enyaaaaa...enyahhh kau wahai cahaya

Distriksebrang, 21/01/2018


(ilustrasi Pinterest / yuk ke bagian bawah blog dan klik iklannya untuk setiap informasi berharga dan mencerahkan)

Comments