PADA PANTAI, SUATU KETIKA: PUISI PARMADI, JAMBI



Semburat wajah itu bergumam,
seolah ingin menepis lara
yang mencabik dinding sanubari.
Namun  lacur,
luka yg perih makin menganga....
Dia lamunkan ombak tak bertepi..
Dia hempaskan hati...
dan dia tak juga berpaling
dari apa yang dia yakini...
Lalu sekejap kemudian....
dia pekik kan pada alam yang membisu.
da dia torehkan jari dengan darah
tertulis pada batu pantai...
"Aku Cinta Padamu......!!!!!"

Semburat wajah itu masih terlihat bergumam,
tanpa pernah tahu, entah apalagi  'kan terjadi.
Hingga kini...
Dia tak pernah kembali...
Hingga kini ..
Wajah semburat itu masih misteri...
( pmd18022017)


(ilustrasi flickr/ yuk ke bagian bawah blog dan klik iklannya untuk informasi berharga dan mencerahkan)

Comments