HUJAN JANUARI: PUISI MUHAMMAD THOBRONI, TARAKAN



Hujan Januari
Memandang wajah langit yang murung
Matahari bersembunyi di balik
Kenangan-kenangan masa silam

Selembar daun rebah di atas
Tanah mengubur rindu
Yang membuncah berubah
Birahi-birahi berkecambah di sepanjang
Patok batas antara negeri jiran

Ketinting-ketinting sandar
Para perempuan resah mencari bahu
Dan mata nanar memandang
Setiap tetes keringat lelaki yang
Jatuh dari langit
Tanah basah menebar aroma
Persetubuhan ladang-ladang yang mulai retak
Dan di sela-sela retakannya bertumbuh bebijian

Mandau-mandau telah disarungkan kembali
Diletakkan di samping ranjang
Tempat rindu yang gelisah menunggu
Syahwat-syahwat yang belum rebah

Hujan Januari
Anak-anak kepiting berlari di antara akar bakau
Mencari tempat persembunyian paling sunyi
Agar adik-adik mereka bergegas muncul ke dunia

Hujan Januari, seekor bekantan terduduk sunyi
Dalam keheningan yang mencekam
Di samping batang bakau yang tumbang
Dan daun-daun yang berguguran

Laut yang surut mendadak pasang
Hujan Januari
Langit menangis seharian
Seekor enggang betina menyiapkan sarang
Menunggu pejantannya tiba untuk menunggang

18/1/2017

Comments