WHAT'S NEW?
Loading...

PEMBERONTAKAN (2)



Menurut sejarahwan (owen, rafles, crawfurd), dulu perdagangan di nusantara amat ramai. Ini dibuktikan dengan banyaknya suku dan kerajaan di nusantara yang hidup harmonis dalam ikatan perkawinan atau perdagangan.

Perdagangan luar negeri terutama terjadi dengan china dan india. China dan india sudah lama jadi negara besar, tapi mereka tidak pernah menghancurkan perdagangan lokal. Mereka berdagang secara harmonis, bahkan menikah dengan orang lokal. Namun portugis,spanyol dan belanda datang mengacaukan keharmonisan ini.

Para pedagang eropa ini berdagang secara tamak. Mereka memaksa pedagang lokal untuk menjual hasil bumi dengan harga yang sudah ditentukan, jumlah dan jenis juga ditentukan dan bahkan pelabuhannya dan pembelinya pun sudah ditentukan.

Yang paling tamak di antara pedagang eropa ini adalah belanda. Belanda ke nusantara memang hanya bertujuan berdagang, pertama-tama secara individu-individu, kemudian individu-individu ini bersatu membentuk perusahaan VOC.

VOC diberi izin oleh kerajaan belanda untuk memiliki pasukan sendiri. Organisasi Pasukan ini pada akhirnya berubah menjadi pemerintah militer yang dikendalikan oleh VOC. Pasukannya terdiri dari tentara bayaran, baik dari eropa maupun asia (Ronin jepang pun ada dijadikan tentara bayaran).

Dengan pemerintah militer ini, mereka menaklukkan semua kerajaan dan memusatkan perdagangan di batavia (jakarta). Misalnya, apabila pribumi malaka atau borneo mau ekspor barang ke China, diharuskan lewat pelabuhan batavia ini. Padahal dulunya bisa langsung dagang ke china karena lebih dekat.

Akibatnya jalur perdagangan semakin jauh, sehingga harga semakin mahal jika mau dijual sendiri. Banyak perdagangan lokal lumpuh. Para pedagang pindah ke pusat pusat perdagangan yang sudah ditentukan, sehingga pusat perdagangan lama menjadi sepi. Kerajaan-kerajaan lokal akhirnya menaikkan pajak pada pribumi untuk menutupi kekurangan pemasukan dari perdagangan.

Semua itu akhirnya menghantam mata pencaharian penduduk lokal dan menyesakkan nafas mereka, sehingga menimbulkan ketidakpuasan-ketidakpuasan dan kekacauan-kekacauan, seperti perompakan di laut, perampokan di darat, pemberontakan tak berkesudahan baik melawan kerajaan lokal maupun melawan para pemerintahan belanda.

Mulai dari hasanudin, imam bonjol, diponegoro... sampai PKI.

Berikutnya kita bahas pemberontakan PKI melawan belanda pada tahun 1926. Biar seru. (Bersambung)

RAGA CANDRADIMUKA, budayawan kalimantan utara

0 comments:

Post a Comment